Tips Memilih Akademi Penerbangan

tip memilih sekolah akademi penerbangan
Dalam kurun waktu satu tahun, di Indonesia memerlukan sekitar 800 pilot baru, sementara beberapa sekolah pilot yang ada di Indonesia hanya mampu memproduksi 200-300 pilot baru per tahunnya. Ini belum termasuk kebutuhan tambahan pilot seiring dengan pembelian pesawat-pesawat baru dalam jumlah besar oleh Lion Air dan Garuda Indonesia, sehingga kita sering melihat pilot-pilot warga negara asing menerbangkan pesawat di Indonesia. Jumlah lulusan sekolah pilot dipastikan tidak akan kesulitan mencari pekerjaan di dalam negeri.

Sedikitnya jumlah pilot baru disebabkan tingginya biaya untuk menempuh pendidikan. Banyak hal-hal yang diperhitungkan dalam memilih sekolah pilot, jangan sampai biaya menjadi sia-sia karena ketidaktahuan dan kurangnya informasi tentang akademi pilot yang dipilih. Banyak sekolah pilot menawarkan beberapa fasilitas yang sangat menguntungkan bagi orang tua siswa dan siswa itu sendiri. Oleh karena tingginya biaya pendidikan, penting untuk memperhatikan hal-hal berikut ini dalam menentukan sekolah mana yang akan anda pilih.

  1. Pastikan akademi  tersebut memiliki reputasi, perusahaan stabil dan banyaknya lulusan akademi tersebut yang diterima di maskapai penerbangan.
  2. Pilihlah akademi penerbangan yang memiliki mitra kerja dengan maskapai penerbangan sehingga lulusan akademi tersebut cepat terserap.
  3. Perhatikan biaya sekolah mencakup apa saja. Biasanya paket PPL (Private Pilote Liscense) + CPL (Commercial Pilot Liscense) + IR (instrument rating). Kadang termasuk MER (Multi Engine Rating).
  4. Cari informasi tentang penyandang dana akademi tersebut, bagaimana manajemen keuangannya. Jangan sampai sekolah pilot tersebut mempunyai keuangan yang tidak sehat, sehingga mempunyai kemungkinan bangkrut dan tidak bisa melanjutkan pendidikan secara sepihak
  5. Pilih akademi  dengan mengetahui kualitas yang dimilikinya seperti jumlah aircraft, tempat latihan terbang, simulator dan instruktur.
  6. Cari tahu track record lulusan sekolah pilot terlebih dahulu, cari tahu testimoni dari alumni sekolah tersebut atau senior pilot. Informasi dari dalam lebih menjamin anda mengetahui kualitas baik dan buruknya sekolah tersebut.
  7. Perhatikan jumlah jam terbang yang diberikan pihak sekolah. Makin banyak makin baik.

Layakkah biaya sekolah setinggi itu dikeluarkan? Tentu saja. Gaji pokok seorang First Officer (fresh graduate) berkisar di Rp.20 juta. Kopilot sekitar Rp. 30 juta dan Kapten sekitar Rp. 45juta. Gaji pokok tersebut diluar honor per jam terbang minimal Rp.150.000/jam.

Anda berminat?

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.